Recents in Beach

Ini Cara Oche Memodifikasi Mitsubishi Xpander Miliknya, Simak Ulasannya!

Dalam kondisi standar, Mitsubishi Xpander tipe Exceed hingga Ultimate memiliki pelek berukuran 16 inci. Dengan menggunakan ukuran pelek tersebut saja, ketiga varian Xpander tadi sudah mempunyai penampilan yang gagah dan menarik.

Meski sudah punya penammpilan yang cukup menarik, namun pastinya tidak sedikit pemilik Xpander Exceed, Sport, dan Ultimate yang masih kurang puas dengan tampilan standar mobilnya, sehingga mereka memutuskan untuk menaikkan ukuran pelek.

modifikasi mitsubishi Xpander exceed

Salah satu pemilik Xpander yang menaikkan ukuran pelek mobilnya adalah Oche. Tidak mau tanggung, pemilik Xpander tipe Sport ini langsung memasang pelek berukuran 20 inci. Itu adalah ukuran pelek maksimal yang dapat dipasangkan pada Mitsubishi Xpander.

Keputusan yang dibuat Oche ini langsung membuat mobilnya menyabet predikat sebagai pelopor Mitsubishi Xpander yang menggunakan pelek 20 inci. Bahkan apa yang dilakukan pria ramah ini malah membuat banyak pemilik Xpander lainnya jadi ikut melakukan hal yang sama.



Sebelum membahas soal bagaimana Oche bisa mendapat dan memasang pelek 20 inci pada Xpander kepunyaannya, pria bernama lengkap Oke Ardani A. Achza ini menceritakan dulu kenapa ia memutuskan untuk membeli Low MPV andalan Mitsubishi ini.

“Sebenarnya saya beli Xpander karena anak. Di saat anak saya melihat mobil ini, dia langsung suka dan menyuruh saya untuk membelinya. Karena kebetulan waktu itu saya memang mau beli mobil dan saya juga suka melihat bodi Xpander, tanpa pikir panjang, akhirnya saya beli mobil ini,” bilang Oche.



Masih berdasar cerita Oche, dirinya memilih Xpander tipe sport karena mobil ini memiliki interior berwarna hitam, yang menurutnya terlihat lebih elegan jika dibandingkan dengan warna beige seperti yang ada di varian Ultimate.

Setelah sedikit bercerita soal alasannya membeli Xpander tipe Sport, Oche pun mulai menceritakan proses modifikasinya. Saat pertama kali melakukan modifikasi, ayah satu anak ini langsung memutuskan untuk ganti pelek.



Saat pertama kali mengganti pelek, yang dipasang bukanlah yang berukuran 20 inci seperti yang sekarang digunakan. Melainkan pelek custom Rally Art berukuran 15 inci, alias satu inci lebih kecil dari ukuran standarnya.

Ketika pelek itu sudah terpasang, Oche merasa masih ada yang kurang dengan tampilan mobilnya. Hingga pada suatu ketika, ada seorang temannya yang menawarkan pelek bekas bermerek HSR Kahn replika berukuran 20 inci padanya. Karena tertarik dengan peleknya, Oche pun langsung membelinya.



Paham dengan proses pemasangan pelek yang cukup rumit, pria berumur 37 tahun ini pun pergi ke Andala Ban yang berlokasi di Radio Dalam, Jakarta Selatan, untuk memasang pelek besar yang baru dibelinya itu.

Biarpun ukuran peleknya empat inci lebih besar dari standarnya, namun nyatanya pemasangan pelek 20 inci pada Xpander berkelir putih ini masih menyisakan jarak antara permukaan ban dengan bibir fender.



Ternyata, Oche merasa kurang puas melihat kondisi mobilnya saat itu. Alhasil, pria yang bermukim di daerah Jakarta Selatan ini pun memutuskan untuk memasang per custom di sektor kaki-kaki.

Penggunaan per custom itu berhasil membuat Xpander keluaran 2017 miliknya itu jadi lebih ceper seperti yang diinginkannya. Sekarang, jarak antara permukaan ban dengan bibir fender hanya sekitar dua jari saja.



Terpasangnya pelek 20 inci pada mobilnya langsung membuat Oche merasa puas dan bangga. Sebab, banyak orang yang awalnya meragukan dan menganggap mustahil kalau pelek sebesar itu bisa terpasang di Mitsubishi Xpander. Tapi setelah pelek berukuran 20 inci ini terpasang, banyak orang yang akhirnya memuji penampilan mobil Oche.

Sedangkan dari segi kenyamanan, Oche mengakui kalau sama sekali tidak ada perbedaan saat mobilnya menggunakan pelek standar dan 20 inci. Jadi meskipun sudah menaikkan ukuran pelek hingga ke ukuran maksimal, namun tidak ada dampak yang mengurangi sektor kenyamanan Xpander.



Beres urusan pelek, Oche pun langsung melakukan modifikasi di sektor lainnya, yakni audio. Untuk urusan audio, pria yang masih menjalani bisnis rental mobil ini memilih aliran SQL, dan mempercayakan pemasangannya kepada Dynamic Auto Sound yang bermarkas di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Aliran SQL jadi pilihan karena sejak dulu, saya suka dengan audio yang detail. Maksudnya adalah, audio itu bisa menghasilkan suara vokal dan bass yang bagus dan jernih,” jelas pria yang pernah bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi ini.



Demi mendapat kualitas audio yang maksimal, pastinya Oche tak mau setengah-setengah dalam masalah ini. Komponen audio yang dipakai adalah head unit Alpine ICS-X8, prosesor Alpine PXA H800 + RUX C800, subwoofer Scan Speak 23W berdiameter sembilan inci, dan power Ground Zero 4200 MKII.



Tidak hanya sampai di situ, masih ada Genesis four channel di mid bass, mid range, dan tweater, speaker three way Dyna Audio Esotec 360, Batcap Xstatic 300, kabel RCA Harmonic Harmony type octave, kabel speaker Flux, TV tunner HDMI Asuka, dan sepasang TV headrest M-Tec berukuran 10 inci.



Sejauh ini, Oche merasa sudah puas dengan modifikasi yang dilakukan pada Xpander kepunyaannya itu. Kalaupun ada modifikasi lanjutan, cuma ada satu hal yang ingin ditambahnya, dan itupun lebih bertujuan untuk fungsionalitas, bukan gaya.

“Rencananya dalam waktu dekat ini, saya akan memasang power back door untuk memudahkan proses buka tutup bagasi. Kalau itu sudah terpasang, mungkin tak ada lagi modifikasi yang saya lakukan karena tampilan mobil ini sudah sesuai dengan konsep yang sudah saya buat dari jauh-jauh hari,” tutup Oche. [APSG/timBX]

Detail Modifikasi

Eksterior: DRL + sein LED Lexus style, shark fin antena, roofrail, rear foglamp bumper custom, ducktail
Audio: Head unit Alpine ICS-X8, prosesor Alpine PXA H800 + RUX C800, subwoofer Scan Speak 23W 9”, power Ground Zero 4200 MKII, Genesis four channel mid bass, mid range, dan tweater, speaker three way Dyna Audio Esotec 360, Batcap Xstatic 300, kabel RCA Harmonic Harmony type octave, kabel speaker Flux, TV tunner HDMI Asuka, dan TV headrest M-Tec 10 inci.
Kaki-kaki: Pelek replika HSR Kahn 20”/45/8,5, ban Zeetex 245/35/20, per custom

Modifikator

Andala Ban: Jl. Radio Dalam Raya No. F1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12140
Avantgarde: Jl. BSD Raya Utama Ruko Mendresio Blok E No. 22, Cihuni, Pagedangan, Tangerang, Banten 15334
Dynamic Auto Sound: Boulevard Raya tb 2 No. 34, Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
W7 Carsmetic: Mutiara Taman Palem B7 No. 27, Jakarta Barat 11730

Post a Comment

0 Comments